PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA

PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA

PENGGUNAAN ALAT PERAGA MANIK-MANIK UNTUK MENINGKATKAN KETRAMPILAN BERHITUNG SISWA PADA MATERI BILANGAN BULAT BAGI SISWA SMP

BIDANG KEGIATAN :

PKM-P

Disusun oleh :

  1. Febrilia Anjarsari                     (A410090166)
  2. Resita Devi Ardhani               (A410090174)
  3. Wening Andhayani                 (A410090176)
  4. Yuli Prihantini                         (A410090184)

 

 

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA

2012

  1. A.    JUDUL

PENGGUNAAN ALAT PERAGA MANIK-MANIK UNTUK MENINGKATKAN KETRAMPILAN BERHITUNG SISWA PADA MATERI BILANGAN BULAT BAGI SISWA SMP

  1. B.     LATAR BELAKANG MASALAH

Pendidikan pada hakekatnya tidak dapat dipisahkan dari kehidupan setiap manusia karena dengan pendidikan manusia dapat berdaya guna dan mandiri. Selain itu, pendidikan sangat penting dalam pembangunan maka tidak salah jika pemerintah senantiasa mengusahakan untuk meningkatkan mutu pendidikan baik dari tingkat yang paling rendah maupun sampai tingkat perguruan tinggi.

Menurut Zaky “belajar adalah sebuah proses perubahan di dalam kepribadian manusia dan perubahan tersebut ditampakkan dalam bentuk peningkatan kualitas dan kuantitas tingkah laku seperti peningkatan kecakapan, pengetahuan, sikap, kebiasaan, pemahaman, ketrampilan, daya pikir, dan kemampuan-kemampuan yang lain”(Zaky, 2011). Berdasarkan penjelasan diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa belajar merupakan perubahan yang dialami manusia dalam hal tingkah laku. Tingkah laku tersebut dapat berupa kecakapan, pengetahuan, sikap, kebiasaan, pemahaman, ketrampilan, daya pikir, dan kemampuan yang lain.

Matematika merupakan salah satu bidang studi yang menduduki peranan penting dalam pendidikan. Hal itu, dapat dilihat dari jam pelajaran matematika yang lebih banyak dibanding mata pelajaran lain. Pembelajarn matematika diberikan pada semua jenjang pendidikan sampai perguruan tinggi. Untuk mencapai tujuan dalam pembelajaran matematika, pemerintah berusaha semaksimal mungkin untuk meningkatkan penguasaan matematika siswa melalui berbagai cara diantarnya mengadakan penataran bagi para guru, peningkatan nilai minimal ujian nasional dan masih banyak lagi. Selain itu, guru juga harus mampu mengajarkan matematika dengan baik, mudah dipahami siswa dan tidak membosankan. Salah satu caranya bisa menggunakan bantuan alat peraga matematika.

Menurut Admin, “Media pembelajaran adalah alat bantu dalam prosesbelajarmengajar. Segala sesuatu yang dapat dipergunakan untuk merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan kemampuan atau ketrampilan pebelajar  sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajar”(Admin, 2012). Dengan demikian media pembelajaran adalah alat yang dapat digunakan untuk membantu proses belajar mengajar siswa agar lebih mudah untuk memahami suatu materi yang diajarkan.

Bilangan bulat merupakan salah satu komponen matematika yang sangat penting dan mendasar yang harus dipahami setiap siswa. Pada materi bilangan bulat, siswa diharapkan mampu melakukan operasi penjumlahan dan pengurangan dengan bantuan media berupa alat peraga manik-manik.

Berdasarkan uraian diatas, maka penulis tertarik untuk meneliti penggunaan alat peraga manik-manik untuk melatih ketrampilan berhitung siswa pada materi bilangan bulat di Sekolah Menengah Pertama (SMP).

  1. C.    RUMUSAN MASALAH

Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukakan sebelumnya, maka dapat dirumuskan beberapa permasalahan sebagai berikut :

  1. Adakah peningkatan ketrampilan berhitung siswa setelah digunakan alat peraga manik-manik?
  2. Bagaimanakah penggunaan media sekaligus metode belajar matematika yang dapat meningkatkan ketrampilan berhitung siswa, sehingga memberikan pengaruh positif terhadap pendidikan siswa dijenjang yang lebih tinggi?
  3. D.    TUJUAN

Berdasarkan rumusan masalah yang diuraikan tersebut, maka tujuan dilakukanya penelitian ini adalah :

  1. Tujuan umum

Untuk meningkatkan ketrampilan berhitung siswa pada materi bilangan bulat.

  1. Tujuan khusus
    1. Untuk meningkatkan ketrampilan berhitung siswa setelah digunakan alat peraga manik-manik pada materi bilangan bulat
    2. Untuk meningkatkan kualitas proses berhitung matematika setelah digunakan media berupa alat peraga manik-manik, sehingga dapat memberikan pengaruh positif terhadap pendidikan siswa dijenjang yang lebih tinggi.
  2. E.     LUARAN YANG DIHARAPKAN

Luaran yang diharapkan dari program ini adalah adanya metode dan media pembelajaran yang dapat meningkatkan ketrampilan berhitung siswa, motivasi dan prestasi peserta didik serta menepis anggapan bahwa matematika itu sulit dan menyeramkan, bahkan sebaliknya matematika itu mudah dan menyenangkan.

  1. F.     MANFAAT

Manfaat yang diperoleh dari progam ini adalah :

  1. Manfaat teoritis

Secara teoritis program ini mampu memberikan sumbangan terhadap pembelajaran matematika, khususnya pada ketrampilan berhitung siswa setelah digunakan alat peraga.

  1. Manfaat Praktis

Program ini diharapkan dapat memberikan solusi nyata terghadap langkah-langkah untuk meningkatkan ketrampilan berhitung siswa. Program ini diharapkan mampu memberikan manfaat bagi siswa, guru dan sekolah.

  1. Bagi siswa, program ini dapat memberikan informasi mengenai ketrampilan berhitung dengan menggunakan alat peraga.
  2. Bagi Guru dan Sekolah program ini merupakan masukan dalam memperluas pengetahuan dan wawasan tentang alat peraga terutama dalam rangka meningkatkan motivasi dan ketrampilan berhitung siswa dalam pembelajaran matematika.
  3. G.    TINJAUAN PUSTAKA
    1. 1.      Kajian teori
      1. Hakekat Matematika

Matematika merupakan ilmu yang universal yang mendasari perkembangan teknologi modern. Matematika mempunyai peran penting dalam mengembangkan daya pikir manusia. Perkembangan teknologi komunikasi dan informasi pada saat ini dilandaskan pada perkembangan matematika pada teori bilangan, aljabar, analisis, teori peluang, dan matematika diskrit.

Dalam ensiklopedia Indonesia “matematika berasal dari bahasa Yunani yaitu mathematikes, yang berarti studi besaran, struktur ruang, dan perubahan. Para matematikawan mencari pola, merumuskan konjektur baru, dan membangun kebenaran melalui metode deduksi yang kaku dari aksioma-aksioma dan definisi-definisi yang bersesuaian”(Wikipedia, 2012).

Menurut Ibrahim dan Suparni menyatakan bahawa “matematika sebagai ilmu deduktif, sebab dalam matematika tidak mengenal generalisasi yang berdasarkan pada observasi, eksperimen, coba-coba (induktif) seperti halnya ilmu pengetahuan alam dan ilmu-ilmu pengetahuan lainnya”( Ibrahim dan Suparni, 2009: 2).

Dari penjelasan diatas, dapat dikatakan bahwa matematika merupakan ilmu yang abstrak dan untuk mendapatkan kesimpulan dibutuhkan pembelajaran-pembelajaran dengan kaidah-kaidah tertentu

  1. Hakekat pembelajaran

Pencapaian kompetensi siswa disekolah sangatlah dipengaruhi  oleh proses belajar yang dilakukan. Proses belajar biasanya dilakukan oleh guru berdasarkan kurikulum yang berlaku dan untuk mencapai hasil yang maksimal didalam pembelajaran itu maka guru harus memahami dan mengerti teori-teori atau paham-paham dalam pembelajaran.

Menurut Trisnu “pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar” (Gunawan trisnu, 2012). Pembelajaran merupakan bantuan yang diberikan pendidik agar dapat terjadi proses perolehan ilmu dan pengetahuan, penguasaan kemahiran dan tabiat, serta pembentukan sikap dan kepercayaan pada peserta didik.

Berdasarkan pengertian diatas maka dapat di simpulkan bahwa pembelajaran adalah proses belajar mengajar yang dilakukan oleh pendidik kepada pendidik untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Sehingga diharapkan suatu metode atau model pebelajaran yang digunakan oleh guru dalam penyampaian materi pada siswa dapat mencapai kriteria tujuan pebelajaran.

  1. Media Pembelajaran

Menurut Estingsih (dalam Sukayati, 2003) “Alat peraga merupakan media pembelajaran yang mengandung atau membawakan ciri-ciri dari konsep yang dipelajari”. Menurut Syaiful “Media adalah sumber belajar, maka secara luas media dapat diartika sebagai manusia, benda, atau peristiwa yang memungkinkan anak didik memperoleh pengetahuan dan ketrampilan” (Djamarah Bahri Syaiful, 2002: 136). Dengan demikian media pembelajaran merupakan semua benda yang dapat digunakan untuk membantu dalam proses pembelajaran, baik itu dalam bentuk media maupun alat peraga. Fungsi utama dari alat peraga adalah untuk menanamkan konsep pada peserta didik agar mampu untuk menguasai materi dengan mudah. Dengan melihat, meraba dan memanipulasi alat peraga, maka peserta didik mempunyai pengalama-pengalaman nyata dalam kehidupan mengenai arti dan konsep. Sehingga peseta didik mamapu memahami suatu materi pelajaran dengan mudah.    Bila kita cermati, pembelajaran disekolah kebanyakan menggunakan cara klasik, yaitu guru hanya menerangkan saja tanpa mempraktekannya dengan alat peraga. Hal tersebut akan membuat siswa menjadi bosan terhadap materi pelajaran dan siswa akan sulit untuk mempelajarinya.

Ada beberapa keuntungan menggunakan media atau alat peraga dalam pembelajran Sukayati (2003) antara lain :

1)       Adanya tutor sebaya dalam kelompok, yang kadang lebih mudah menerangkan dengan teman-temanya.

2)       Kerjasama yang terjadi dalam penggunaan media akan membuat suasana kelas lebh menyenangkan.

3)       Banyak anggota yang relatif kecil dalam kelompok akan membuat siswa aman mengemukakan pendapat dan temuannya dibandingkan dalam satu kelas.

Permainan  dalam proses pembelajaran matematika bukan digunakan untuk menerangkan suatu arti atau strukur dalam pembelajaran matematika, melainkan digunakan sebagai cara untuk pembelajaran agar mudah untuk dipahami siswa.

  1. Penggunaan alat peraga “Manik-Manik” pada operasi bilangan bulat

Negoro ( dalam Herlina Cici, 2006 ) “menyatakan bahwa operasi adalah suatu pengerjaan”. Pengerjaan yang dimaksud disini adalah penjumlahan, pengurangan, pembagian, dan perkalian. Lebih lanjut, Russeffendi ( dalam Herlina Cici, 2006) “ menyatakan bahwa apabila ada kata operasi hitung atau pengerjaan hitung, maksudnya sama yaitu salah satu beberapa atau semua dari penjumlahan, pengurangan, perkalian dan pembagian serta operasi hitung lainnya”. Berdasarkan uraian dari beberapa ahli diatas dapat disimpulkan bahwa, operasi hitung yaitu suatu pengerjaan dalam pembelajaran matematika, baik itu dalam bentuk penjumlahan, perkalian, pengurangan, dan pembagian.

Menurut Nuharini, “bilangan bulat adalah bilangan yang dapat dinotasikan dengan Z = {…..-2, -1, 0, 1, 2, 3……}”(Nuharini Dewi, 2008: 5). Bilangan bulat terdiri dari bilangan bulat positif, nol (0), dan bilangan bulat negatif. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa bilangan bulat merupakan bilangan yang terdiri dari bulat positif {1, 2, 3,……}, bulat negatif {…-3, -2, -1 }, dan nol {0}. Bilangan bulat biasanya dinotasikan dengan lambang huruf Z.

Dalam matematika terdapat empat operasi hitung yaitu penjumlahan, pengurangan, pembagian, dan perkalian. Operasi hitung bilangn bulat adalah oprasi hitung pada bilangan bulat saja. Dalam operasi hitung bilangan bulat, banyak alat peraga yang dapat digunakan. Diantaranya permainan dengan menggunakan manik-manik. Alat peraga manik-manik digunakan untuk memberikan pemahaman tentang pengerjaan bilangan dengan menggunakan pendekatan konsep himpunan. Sesuai konsep pada himpunan, kita dapat “Menggabungkan” atau “memisahkan” dua himpunan yang dalam hal ini anggotanya berbentuk manik-manik. Bentuk manik-manik ini adalah setengah lingkaran yang apabila digabungkan akan membentuk lingkaran. Manik-manik ini akan dibuat dalam bentuk 2 warna yaitu hijau untuk positif dan merah untuk negatif. Dalam alat ini, bilangan nol diperlihatkan oleh dua buah manik-manik dengan berbeda warna yang dihimpitkan pada sisi diameternya, sehingga terbentuk lingkaran penuh. Bentuk netral ini digunakan pada saat melakukan operasi pengurangan a – b dengan b lebih besar dan a atau b merupakan bilangan negatif.

Dalam konsep himpunan, operasi gabung atau proses penggabungan dapat diartikan sebagai penjumlahan, dan proses pemisahan atau pengambilan dapat diartikan sebagai pengurangan. Berarti kalau kita menggabungkan sejumlah manik-manik ke dalam kelompok manik-manik lain, maka sama halnya dengan melakukan penjumlahan.

 

 

Sebaliknya kalau kita melakukan proses pemisahan sejumlah manik-manik keluar dari kelompok manik-manik, maka sama halnya dengan melakukan pengurangan, Muhsetyo (dalam Herlina Cici, 2006).

 

 

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam operasi penjumlahan bilangan bulat adalah ( Herlina Cici, 2006 ) :

a)   Jika a dan b kedua-duanya merupakan bilangan positif atau bilangan negatif, maka gabungkan sejumlah manik-manik ke dalam kelompok manik-manik lain yang berwarna sama.

Contoh : (-3 ) + (-3)

1). Tempatkan 3 buah manik-manik yang berwarna merah ( bertanda negatif) ke papan.

 

 

 

 

 

 

2). Gabungkan manik-manik lagi berwarna merah sebanyak 3 buah ke dalam papan.

 

 

 

 

 

 

 

 

3). Setelah proses penggabungan, maka terlihat ada 6 buah manik-manin berwarna merah. Jadi (-3) + (-3) = -6

b) Jika a bilangan positif dan b bilangan negatif atau sebaliknya, maka gabungkan sejumlah manik-manik yang mewakili positif kedalam kelompok manik-manik yang mewakili bilangan negatif. Selanjutnya, lakukan proses pemetaan (penghimpitan) antara dua kelompok tersebut. Sehingga menjadi lingkaran penuh yang bertujuan untuk mencapai sebanyak-banyaknya kelompok manik-manik yang bernilai nol. Biasanya setelah proses pemetaan dilakukan akan menyisakan manik-manik dengan warna tertentu yang merupakan hasil dari penjumplahan.

Contoh :  2 + (-4) = ….

1). Tempatkan 2 buah manik-mnaik berwarna hijau (beryanda positif ) pada papan.

 

 

 

 

 

 

2). Gabungkan atau tambahkan 4 buah manik-manik yang berwarna merah ke dalam papan.

 

 

 

 

 

 

 

 

4)      Lakukan pemetaan antara manik-manik yang berwarna hijau dengan manik-manik yang berwarna merah, sehingga bernilai netral lalu dikeluarkan.

 

 

 

 

 

 

5). Dari hasil pemetaan terlihat adanya 2 buah lingkaran penuh dan menyisakan 2 buah manik-manik yang berwarna merah. Jadi (2) + (-4) = -2

 

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan proses pengurangan adalah :

c)    Jika a dan b merupakan bilangan positif dan a lebih besar dari b maka pisahkan secara langsung sejumlah b manik-manik keluar dari kelompok manik-manik berjumlah a.

Contoh : 4 – 3 =…………

1)      Tempatkan 4 buah manik-manik berwarna hijau ( bertanda positif) ke dalam papan.

 

 

 

 

 

2). Ambil atau pisahkan 3 buah manik-manik keluar dari papan.

 

 

 

 

 

 

 

Pisahkan keluar

3). Setelah dikeluarkan maka tersisa 1 buah manik-manik yang berwarna hijau. Jadi 4 – 3 = 1

 

d)   Jika  a dan b merupakan positif dan a lebih kecil dari b maka, sebelum memisahkan sejumlah b manik-manik yang bilangannya lebih besar dari a, terlebih dulu gabungkan sejumlah manik-manik yang akan dipisahkan.

Contoh : 3 – 5 =…..

1). Tempatkan 3 buah mnaik-manik yang berwarna hijau ( bernilai positif) ke papan.

 

 

2). Akan diambil sebanyak 5 buah manik-manik, tetapi hanya ada 3 buah manik-manik di dalam papan. Oleh karena itu, harus menambahkan 2 buah manik-manik yang bernilai netral.

 

 

 

 

 

 

 

3). Selanjutnya kita bisa mengambil 5 buah manik-manik yang berwarna hijau ( bernilai positif)

 

 

 

4). Dari hasil tersebut, maka terlihat ada 2 buah manik-manik yang tersisa berwarna merah. Jadi 3 – 5 = -2

 

 

e)        Jika a bilangan positif dan b bilangan negatif maka sebelum memisahkan sejumlah b manik-manik yang bernilai negatif terlebih dahulu harus menggabungkan sejumlah manik-manik yang bersifat netral dan dan banyaknya tergantung pada besarnya bilangan b.

Contoh : 3- (-5) = ….

1). Tempatkan 3 buah manik-manik yang berwarna hijau ke papan.

 

 

 

 

 

 

2). Seharusnya kita mengambil 5 buah manik-mnaik berwarna merah (bertanda negatif) tetapi sejumlah manik-manik berwarna merah belum ada, maka kita menambahkan 5 buah manik-manik yang bernilai netral sebanyak 5 buah.

 

 

 

 

 

 

3). Selanjutnya kita bisa mengambil 5 buah manik-manik yang berwarna merah dari papa.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

4). Dari hasil pengambilan, terliahat bahwa tersisa 8 buah manik-manik yang berwarna hijau (bertanda positif). Jadi 3 – (-5) = 8

f) Jika a bilangan negatif dan b bilangan positif, maka sebelum melakukan proses pemisahan sejumlah b manik-manik yang bernilai positif dari kumpulan manik-manik yang bernilai negatif, terlebih dahulu harus menambahkan sejumlah manik-manik yang bersifat netral ke dalam kumpulan yang banyaknya tergantung pada besarnya b.

Contoh : (-3) – 5 =…..

1). Tempatkan 3 buah manik-manik yang berwarna merah pada papan.

 

 

 

 

 

2). Seharusnya kita mengambil 5 buah manik-manik yang berwarna hijau (bernilai positif), tetapi belum ada, maka kita harus menambahkan sejumlah manik-manik yang bernilai netral sebanyak 5 buah.

 

 

 

 

 

 

 

3). Selanjutnya kita mengambil 5 buah manik-manik yang berwarna hijau dari papan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

4). Dari hasil pengambilan tersebut, tersisa 8 buah manik-manik yang berwarna merah. Jadi (-3) – 5 = -8

g) Jika a dan b merupakan bilangan negatif  dan a lebih besar dari b, maka sebelum melakukan proses pemisahan sejumlah b manik-manik yang bilanganya lebih kecil dari a , terlebih dahulu harus melakukan proses penggabungan sejumlah manik-manik yang bersifat netral kedalam kumpulan manik-manik a dan banyaknya tergantung pada seberapa kurangnya manik-manik yang akan  dipisahkan.

Contoh : (-3) – (-5) =…..

1)      Tempatkan 3 buah manik-manik yang berwarna merah pada papan.

 

 

2). Seharusnya, kita mengambil 5 buah manik-manik yang berwarna merah, tetapi hanya ada 3 buah manik-manik yanb berwarna merah, sehingga kita harus menambahkan 2 buah manik-manik yang bersifat netral.

 

 

 

 

 

3). Selanjutnya, kita dapat mengambil 5 buah manik-manik yang berwarna merah dari papan.

 

 

 

 

 

 

4). Dari hasil pengambilan tersebut, tersisa 2 buah manik-manik yang berwarna hijau. Jadi (-3) – (-5) = 2

h) Jika a dan b merupakan bilangan negatif dan a lebih kecil dari b, maka pisahkan secara langsung sejumlah b manik-manik keluar dari kelompok manik-manik berjumlah a.

Contoh : (-5) – (-3) =…..

1). Tempatkan 5 buah manik-manik yang berwarna merah ke dalam papan.

 

 

 

 

2). Ambil atau pisahkan 3 buah manik-manik yang bernilai negatif (berwarna merah) dari papan.

 

 

 

 

 

 

3). Setelah proses pemisahan, tersisa 2 buah manik-mnaik yang berwarna merah. Jadi (-5) – (-3) = -2

 

  1. Manfaat alat peraga dalam pembelajaran matematika

Ada banyak hal yang dapat mengalihkan perhatian siswa dari proses pembelajaran. Misalnya, suara musik penjual es krim, gangguan teman sebaya yang bosan, temannya yang usil . Semua itu dapat mengganggu konsentrasi siswa dalam mengikuti materi. Oleh karena itu guru harus mencari cara yang dapat mempertahankan konsentrasi siswa. Hal ini bukan pekerjaan mudah, karena semakin muda seseorang, kemampuannya untuk mencurahkan perhatian pun semakin pendek. Jika Guru hanya bercerita secara lisan dan monoton maka kurang dari 5 menit, perhatian siswa  sudah berpindah ke hal lain. Dari kasus tersebut, guru memerlukan sebuah inovasi untuk membuat anak didiknya semangat dan termotivasi untuk mengikuti pembelajaran di kelas. Salah satunya dengan penggunaan alat peraga. Menurut (Yasmin, 2011) bahwa alat peraga yang berbentuk gambar sketsa, bagan dan lain-lain bermanfaat untuk  memudahkan penerimaan suatu konsep yang jelas dengan segera, dapat merangsang pikiran, juga dapat memberikan penerangan dan penjelasan yang baru dan nyata.

Waktu untuk menyampaikan pelajaran sering kali sangat terbatas. Bila pelajaran hanya disampaikan dengan kata-kata saja mungkin dapat disalahpahami oleh pendengarnya, belum lagi waktu yang dipakai juga panjang. Namun dengan bantuan alat-alat peraga, guru bukan saja dapat menjelaskan banyak hal dalam waktu yang lebih singkat, juga dapat mencapai hasil mengajar dengan lebih cepat.

Manfaat alat peraga juga dapat membangkitkan emosi manusia. Ada pepatah: “sebuah gambar mewakili ribuan kata-kata.” Menyampaikan suatu berita dengan gambar-gambar akan lebih berhasil dibandingkan dengan hanya melalui kata-kata. Apalagi bila ada suara hidupnya tentu akan lebih mudah menyampaikan berita tertentu dibandingkan dengan melalui kata-kata (Yasmin, 2011).

  1. 2.      Penelitian yang Relevan

Penelitian yang relevan dengan penelitian ini, antara lain adalah penelitian yang dilakukan oleh Cici Herlina (2006) dengan judul “Pembelajaran Matematika dengan Menggunakan Media Pembelajaran Manik-Manik pada Siswa Kelas IV SD Katobu”, yang menyimpulkan bahwa, pembelajaran dengan menggunakan manik-manik sangat baik. Keaktifan siswa dalam proses belajar mengajar dikategorikan baik pula.

Penelitian lain yang relevan dengan penelitian kami adalah penelitian yang dilakukan oleh Mei Wulansari dkk (2010), dengan judul “Mertode Permainan Kartu Domika untuk Meningkatkan Pembelajaran Berhitung di Sekolah Dasar”, yang menyimpulkan bahwa, pembelajaran dengan menggunakan kartu domino dengan materi penjumlahan dan pecahan sangat baik, respon siswa terhadap permainan ini juga baik. Keaktifan siswa dalam proses belajar mengajar juga dikategorikan baik.

  1. H.    METODE PENELITIAN
    1. 1.      Rancangan Penelitian

Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif, yaitu bersifat deskriptif. Data hasil penelitian berupa kata-kata akan dipaperkan sesuai dengan kejadian yang ada dilapangan dan dianalisis secara induktif.

Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas yang berusaha mengkaji secara mendalam beberapa aspek dalam kegiatan belajar mengajar, yaitu metode mengajar, interaksi antar siswa untuk dapat menjawab permasalahan penelitian, dan kemampuan siswa untuk memahami dan menyusun sendiri konsep dari materi yang ada.

Penelitian ini dilaksanakan dalam satu siklus yang terdiri dari empat langkah seperti yang dikemukankan oleh Kemmis dan Taggart (dalam Dasna dan Fatehan, 2009: 54), sebagai berikut : a) perencanaan, yaitu perencanaan tindakan dan perencanaan penelitian, yang meliputi perumusan masalah, menentukan tujuan dan metode penelitian serta membuat rencana tindakan, b) tindakan yang dilakukan sebagai upaya perubahan, c) observasi, untuk mendapatkan data dilakukan secara sistematis untuk mengamati hasil atau dampak tindakan terhadap proses belajar mengajar juga analisis data, d) refleksi, yaitu mengkaji dan mempertimbangkan hasil atau dampak dari tindakan yang dilakukan.

  1. 2.      Subjek Penelitian, Tempat Penelitian, dan Waktu Penelitian

Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 1 Jaten selama satu minggu, yaitu pada tanggal 1 april 2012 sampai 7 april 2012, pada saat jam pelajaran matematika dengan subjek penelitian seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 1 Jaten.

  1. 3.      Alat Peraga
    1. Alat dan Bahan
  • Gergaji
  • Penggaris
  • Papan
  • Spidol / bolpoin
  • Manik-Manik warna merah dan hijau
  • Perekat
  1. Cara Pembuatan

1)      Potonglah papan berbentuk persegi panjang dengan menggunakan gergaji.

2)      Pada manik-manik diberi tanda + dan -, untuk yang warna merah bertanda negatif dan untuk yang berwarna hijau bertanda positif.

3)      pada manik-manik yang akan digunakan dipasangi perekat, agar dapat dipasang dipapan.

4)      Kemudian tinggal dijalankan apa yang akan dihitung.

  1. 4.      Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini antara lain metode observasi (pengamatan), metode tes dan metode interview (wawancara)

  1. Metode Observasi

Merupakan metode yang dilakukan dalam mengumpulkan data suatu penelitian dengan mengamati objek penelitian secara langsung. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan teknik observasi berperanserta (partisipasi observasi). Menurut Sugiyono (2008: 3), observasi berperanserta adalah observasi dimana peneliti melibatkan diri langsung dengan kegiatan sehari-hari orang yang sedang diamati yang digunakan sebagai sumber data penelitian. Hal-hal yang mengikuti pembelajaran matematika menggunakan manik-manik, serta interaksi dan kerjasama antar siswa dalam kelompok.

  1. Metode Tes

Merupakan metode atau teknik pengumpulan data yang menggunakan kumpulan soal mengenai materi yang telah diajarkan pada sistem melalui media manik-manik, untuk melihat seberapa jauh pemahaman siswa terhadap materi.

  1. Metode Interview

Merupakan teknik pengumpulan data pada suatu penelitian yang dilakukan dengan mengajukan beberapa pertanyaan pada narasumber maupun objek penelitian yang berkaitan dengan materi penelitian. Wawancara yang dilakukan dalam penelitian ini merupakan wawancara terstruktur menggunakan instrumen dan dilakukan melalui tatap muka. Data yang dikumpulkan melalui wawancara adalah mengenai pendapat siswa tentang metode permainan manik-manik

  1. 5.      Teknik Analisis Data

Menurut Sugiyono (2008: 4), kegiatan menganalisis data meliputi pengelompokan data berdasarkan variabel dan jenis responden, mentabulasi data berdasarkan variabel dari seluruh responden, menyajikan data tiap variabel yang diteliti, melakukan perhitungan untuk menjawab rumusan masalah dan melakukan perhitungan untuk menguji hipotesis (jika ada perumusan hipotesis).

Dalam penelitian ini, teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif kualitatif, yaitu teknik menganalisis data dengan cara menggambarkan data yang telah terkumpul sebagaimana adanya tenpa membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum atau generalisasi (Sugiyono, 2008: 5), berdasarkan data yang telah diperoleh selama pengamatan. Jadi pada dasarnya analisis penelitian ini dilakukan dengan memberikan penjelasan statistik untuk data yang bersifat kualitatif (deskriptif kualitatif) dengan penarikan kesimpulan secara induktif. Deskriptif kualitatif artinya memaparkan data yang apa adanya atau sesuai kenyataan.

  1. 6.      Penyajian Hasil Data

Dalam penelitian ini, data hasil analisis disajikan berupa kata-kata (informal) dengan penarikan kesimpulan secara induktif (Hadi, T.T: 4)

  1. I.       JADWAL KEGIATAN PROGRAM

Secara operasional, prosedur penelitian tindakan kelas yang diterapkan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

  1. Tahap perencanaan, meliputi:

-          Menyusun rencana pembelajaran,

-          Menyusun manik-manik yang akan digunakan sebagai media pembelajaran,

-          Menyiapkan tugas-tugas kelompok, dan soal tes sebagai alat evaluasi pada akhir penelitian,

-          Menyiapakan lembar observasi dan lembar wawancara yang akan digunakan oleh pengamat saat melakukan pelaksanaan tindakan.

  1. Tahap pelaksanaan

Pelaksanaan tindakan yang dimaksud adalah melaksanakan  pembelajaran berhitung matematika penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian dengan mengggunakan alat peraga “manik-manik”. Pada tahap ini meliputi kegiatan:

-                Pemberian penjelasan kepada siswa mengenai pembelajaran menggunakan media manik-manik,

-                Pembagian kelompok,

-                Pemberian penjelasan tentang materi secara garis besar, dan tujuan pembelajaran,

-                Pemberian tugas kelompok,

-                Observasi serta membimbing kegiatan kelompok,

-                Diskusi kelas untuk membahas materi yang tidak terselesaikan dalam kegiatan kelompok,

-                Melakukan evaluasi pelaksaan kegiatan dan memberikan penilaian terhadap hasil kerja siswa.

  1. Tahap observasi

Selama tahap pelaksanaan tindakan berlangsung penelitian juga melakukan pengamatan terhadap kegiatan siswa. Jadi tahap observasi dilakukan sejalan dengan tahap pelaksanaan, pada tahap ini meliputi menghasilkan data dan analisis data.

  1. Tahap refleksi

Pelaksanaan kegiatan refleksi dilakukan dengan melakukan diskusi antara peneliti dengan pengamat untuk menjaring hal-hal yang terjadi sebelum dan selama tindakan berlangsung berdasarkan hasil pengamatan, hasil tes, dan hasil wawancara, serta catatan lapangan kerja subjek penelitian agar dapat diambil kesimpulan dalam merencanakan tindakan selanjutnya. Setela seluruh kegiatan analisis selesai baru dilakukan penyusunan laporan.

Penelitian ini dilakukan selama 1 minggu, dengan alokasi waktu sebagai berikut

No kegiatan Bulan ke 1 2 3 4 5
1. Penyusunan desain operasional            
2. Pembuatan perangkat pembelajaran dan pengajaran            
3. Pelaksanaan tindakan            
4. Pengumpulan data            
5. Analisis data            
6. Pembuatan laporan            

 

 

 

  1. J.      RANCANGAN BIAYA

Pemasukan

No Pemasukan Rincian jumlah
       
       

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. K.  DAFTAR PUSTAKA

Admin. 2012. “Pengertian Media Belajar” (online), (http://belajarpsikologi.com/pengertian-media-pembelajaran/, diakses tanggal 12 Mei 2012).

Djamarah, Bahri Syaiful. 2002. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineka Cipta

Gunawan, Trisnu. 2012. “Hakekat Pembelajaran” (online), (http://trisnu.blogspot.com/search/label/pendidikan, diakses tanggal 14 Mei 2012).

Herlina, Cici. 2006. “Skripsi Alat Peraga” (online), (http://www.scribd.com/fullscreen/62705781?access_key=key-u0ut8kxjo0qxyeuvcaq, diakses tanggal 13 Mei 2012).

Ibrahim dan Suparni. 2009. Strategi Pembelajaran Matematika. Yogyakarta: Teras

Nuharini, Dewi. 2008. Matematika Konsep dan Aplikasinya. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional

Sukayati. 2003. “Pelatihan Supervisi Pengajaran untuk Sekolah Dasar” (e- book), (http://staff,undip.ac.id/psikfk/sripadmasari/files/2010/07/MediaPembelajaran1.pdf, diakses tanggal 14 aMei 2012).

Wikipedia. 2012. “Matematika” (online), (http://www.wikipedia.org/wiki/matematika.htm, diakses tanggal 1 Mei 2012).

Wulansari, Mei dkk. 2010. “Metode Permainan Kartu Domika untuk Meningkatkan Pembelajaran Berhitung di Sekolah Dasar”. pkm-p. Surakarta: Fakultas Keguruan Ilmu penddidikan PGSD, Universitas Muhammadiyah Surakarta

Yasmin. 2011. “Manfaat Alat Peraga” (online), (http://www.madrasah gemilang.org/beranda-mainmenu-1/225.html, diakses tanggal 14 Mei 2012).

Zaky. 2011. “Pengertian dan Definisi Belajar” (online), (http://blog.um.ac.id/zakydroid88/2011/12/23/pengertian-dan-definisi-belajar/, diakses tanggal 12 Mei 2012).

 

About these ads

About FEBRILIA ANJARSARI

Mahasiswa FKIP Matematika Universitas Muhammadiyah Surakarta angkatan 2009
This entry was posted in MATEMATIKA. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s