ENAKNYA JADI KORUPTOR

 

Menjadi Koruptor di Indonesia sangatlah nyaman dan tentram. Setelah   “ngembat” jatah uang rakyat kemudian pergi ke luar negeri dengan uang hasil korupsinya, coba lihat saja seperti ( tak boleh sebut merk sajalah). Uang puluhan bahkan ratusan milyar hasil korupsi bisa buat rumah mewah di mana-mana, punya  mobil mewah segudang, ke luar negeri tinggal terbang saja pakai pesawat dengan suka-suka.  Setelah itu pulang ke Indonesia dengan mimik muka sedikit penyesalan agar dapat pengampunan dari aparatur penegak hukum. Kalaupun dihukum hanyalah persyaratan saja. Setelah mendapat keputusan hukuman dari penegak hukum diberi sedikit waktu buat mendekam berselimut hangat dan berspringbad di penjara setelah itu keluar dari penjara, langsung pulang ke rumah bongkar lemari ( wow masih banyak uangnya) dan langsung pergi ke luar negeri (ooh ya kan punya apartemen di Singapura). Sangatlah nikmat menjadi koruptor di Indonesia. Bagaimana bisa maju negara ini kalau semua para pejabat2 tinggi kelakuaannya seperti itu.

Banyak kegiatan-kegiatan dilakukan orang-orang yang  berkaitan dengan pemberantasan tindak pidana korupsi, tapi dalam faktanya korupsi semakin menjadi-jadi dimana-mana. Hampir setiap tahun kita menyaksikan Sejumlah aktivis menggelar unjuk rasa memperingati hari antikorupsi internasional, di kawasan Jakarta Hari anti korupsi yang jatuh tepat pada 9 Desember diperingati masyarakat dengan menggelar aksi untuk menyerukan Indonesia bersih dari segala praktik korupsi, Aksi demo berbalut anarki dalam setiap gerakan mahasiswa menjadi tren. Lihat saja ekspresi mereka telah membantai musuh-musuhnya. Dalam hal memperjuangkan kepentingan masyaraka. Merusak berbagai fasilitas umum hanya mempertegas gambaran sosok preman dalam diri mahasiswa. tapi upaya ini tetap sia-sia dan seruan serta sloganitas. Memang sangat memilukan jika lembaga seperti DPR dimana yang duduk adalah wakil rakyat kita yang terhormat justru menjadi lahan korupsi. Sudah sepantasnya memang kita menyatakan perang terhadap korupsi. Karena penyakit tersebut memang sudah menggurita yang kalau diibaratkan sama dengan penyakit kanker ganas. Kita tidak mau bangsa ini terpuruk hanya karena masalah korupsi yang tidak ada habis-habisnya. Harapan terbesar berada pada lembaga  KPK sebagai benteng terakhir penegakan hukum .

Inilah yang harus dibersihkan hingga ke akar-akarnya. Presiden SBY seharusnya bertindak tegas dengan mengganti para pucuk pimpinan yang tidak becus mengawal jalannya refomasi penegakan hukum.Lembaga kepolisian dan kejaksaan adalah agenda penting . Itu jika kita ingin melihat hukum ditegakkan. Citra pemerintahan dalam penegakan hukum belum menggembirakan. Bahkan kalau mau jujur, hampir semua departemen mempunyai penyakit yang sama, korupsi. Masalah pemberantasan korupsi harus bermuara pada  para pelakunya, dan n bisa didapat jika para koruptor yang terbukti bersalah “harus dihukum mati”. Tapi tentu saja harus selektif hukuman mati harus dijatuhkan bagi para koruptor yang telah terbukti “ngembat” uang negara di atas satu milyard, maka dari itu hukuman mati/penjara seumur hidup adalah solusi jitu untuk segera diberlakukan, agar Indonesia dapat selamat dari keterbelakangan dan kemiskinan.

 

By:

Febrilia Anjarsari

       A410090166

 

FKIP MATEMATIKA UMS

About FEBRILIA ANJARSARI

Mahasiswa FKIP Matematika Universitas Muhammadiyah Surakarta angkatan 2009
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s